Senin, 25 September 2017

Apa itu kebahagiaan?


Bagi orang miskin, uang itulah kebahagiaan.
Bagi orang sakit, kesehatan itulah kebahagiaan
Bagi pemuda lajang, pasangan hidup itulah kebahagiaan
Bagi mahasiswa gelar, sarjana itulah kebahagiaan
Bagi penganggur pekerjaan, itulah kebahagiaan
Bagi yang kebanyakan pekerja, liburan itulah kebahagiaan
Bagi orang tua, anak berbakti itulah kebahagiaan
Bagi orang lumpuh, berjalan itulah kebahagiaan
Bagi orang buta, melihat itulah kebahagiaan
Bagi pemabok, alkohol itulah kebahagiaan
Bagi ibu-ibu kaya, shopping itulah kebahagiaan
Bagi politikus, jabatan dan kuasa itulah kebahagiaan
Bagi selebritis, popularitas itulah kebahagiaan
Semua orang punya definisi kebahagiaan namun sedikit sekali yang mengatakan hidup dalam kasih dan rasa syukur itulah kebahagiaan!
Kebahagiaan-kebahagiaan di atas sebenarnya bukanlah kebahagiaan, lebih tepat adalah kesenangan, kepuasan dan kegembiraan yang singkat dan sementara.
Kebahagiaan sejati hanya ada dalam kasih dan rasa syukur kepada Allah.
Hanya kasih Yesus dan rasa syukur kepadaNya yang mendatangkan sukacita, kedamaian dan keceriaan.
Hanya kasih dan rasa syukur yang mendatangkan kebahagiaan sejati dalam hidup.
Oleh sebab itu bersyukurlah dalam kasih Tuhan yang membuat segalanya jadi indah.
Tuhan Yesus Semakin Memberkati kita semua. Amen

Penebang Kayu Kehilangan Kapak

Alkisah, ada seorang penebang kayu. Suatu hari dia kehilangan kapaknya, sehingga dia tidak bisa bekerja. Dia mencurigai tetangganya yang mencuri kapaknya.
Pagi itu ketika sang tetangga berangkat & menutupi peralatan kerjanya dengan kain, rasanya kapaknya pasti disembunyikan disana, apalagi tetangga ini senyumnya terasa tidak tulus. Pasti dia pencurinya.
Besoknya, tetangganya bahkan terasa jadi ramah berlebihan karena biasanya jarang menyapa, kali ini menyempatkan berbasa-basi. Apalagi dilihat hasil tebangan kayunya dua hari ini banyak sekali, pasti dia menebang menggunakan kapak curiannya.
Semakin dipikir semakin yakin.
Pada hari ketiga baru disadari ternyata kapaknya tersimpan di laci dapur. Istrinya yg sedang keluar kota menyimpankan disana. Senang benar hatinya karena kapaknya dapat ditemukan kembali.
Dia amati lagi tetangganya yang lewat, dan dia merasa tetangga ini tidak berkelakuan seperti pencuri & senyumnya juga tulus-tulus saja. Bahkan percakapannya terasa sangat wajar dan jujur. Dia heran kenapa kemarin dia melihat tetangganya seperti pencuri?
Persepsi membentuk kenyataan, pikiran kita membentuk sudut pandang kita.
Apa yang kita yakini akan semakin terlihat oleh kita sebagai kenyataan.
Sebagai contoh, apapun yang dilakukan orang yang kita cintai adalah baik dan benar. Anak nakal dianggap lucu, kekasih pelit dianggap berhemat, orang cerewet dibilang perhatian, keras kepala dibilang berprinsip & makanan tidak enak dibilang bergizi.
Hidup tidak pernah & tidak ada yang adil, tidak ada benar salah, kita ciptakan sudut pandang kita sendiri. Kita menemukan apa yang kita ingin temukan. Apa yang terlihat bukan kenyataan, kenyataan adalah siapa kita & bagaimana kita memandang semuanya itu. Pandangan kita berubah mengikuti perubahan jaman & keadaan.
Segalanya mengalir dalam dimensi ruang dan waktu.

Matius 21:23-32


Sabtu, 30 Mei 2015

Kakek dan Kalajengking



Ada seorang laki-laki tua, setiap pagi melakukan meditasi dibawah pohon di tepi sungai Gangga. Suatu hari, ketika ia selesai meditasi, ia melihat seekor kalajengking yang tidak berdaya di air sungai itu. Arus air sungai gangga membawa kalejengking itu menjadi dekat dengan pohon, dan orang tua itu menjangkau untuk menyelematkannya. Tetapi, ketika orang tua tersebut, menyentuhnya, kalajengking itu menyengatnya. Dengan reflek, orang itu menarik tangannya. Satu menit kemudian, orang itu mencoba untuk menolong lagi. Kali ini, kalajengking itu menyengat sangat kuat dengan ekornya yang beracun, sehingga tangan orang itu membengkak dan berdarah.
Pada saat itu ada seorang pemuda yang lewat dan melihat orang tua itu sedang berausaha melepaskan kalajengking itu. Ia berkata: “Hey, orang tua yang bodoh, apa yang tidak beres denganmu? Hanya orang yang tolol saja yang mau mengambil resiko untuk menyelamatkan binatang yang jelek dan jahat ini. Tidakkah engkau tahu, bahwa engkau dapat membunuh dirimu sendiri dalam menyelamatkan kalajengking yang tidak tahu berterimakasih itu?”
Sambil melihat kepada pemuda itu, orang tua itu berkata: “Anak muda, hanya karena itu adalah seekor kalajengking yang sifat alaminya menyengat, tidaklah mengubah sifat alamiku untuk menyelamatkan”.

Selasa, 12 Mei 2015

ISTRI SEORANG PENDETA (Penulis Tidak Dikenal)



Ada seorang pribadi di dalam gereja kami
Seseorang yang mengenal kehidupan pengkotbah kami
Seseorang yang menangis, dan tersenyum dan berdoa bersamanya
Dan ia adalah istri seorang pendeta
Banyak orang yang telah melihatnya dalam kekuatannya
Ketiga memegang pedang Allah yang tajam
Di bawah naungan panji Allah
Dia menghadapi gerombolan iblis 
Tetapi jauh di dalam hatinya,  wanita itu mengetahuinya
Waktu yang jarang didepan
Dia membantu pendeta untuk mendoakan agar kemuliaan turun
Di balik pintu yang tertutup
Dia mendengar rintihan pendeta di dalam jiwa pendetanya
Ketika kepahitan mengamuk,
Dengan bergandengan tangan, dia berlutut bersamanya
Karena dia adalah istri pendeta 
Kamu memberitahukan kisah dari keberanian nabi-nabi
Yang berbaris melewati dunia
Dan mengubah pelajaran sejarah
Dengan kata-kata yang membara mereka tertantang 
Dan aku akan memberitahu engkau dibalik mereka semua
Beberapa wanita yang tinggal dalam hidupnya
Seseorang yang menangis bersamanya dan tersenyum bersamanya
Dia adalah istri seorang pendeta                                        

Sabtu, 07 Juni 2014

IKAN KECIL DAN AIR

Suatu hari seorang ayah dan anaknya sedang duduk berbincang-bincang di tepi sungai. Sang Ayah berkata kepada anaknya, “Lihatlah anakku, air begitu penting dalam kehidupan ini, tanpa air kita semua akan mati.”

Pada saat yang bersamaan, seekor ikan kecil mendengar percakapan itu dari bawah permukaan air, ikan kecil itu mendadak gelisah dan ingin tahu apakah air itu, yang katanya begitu penting dalam kehidupan ini. Ikan kecil itu berenang dari hulu sampai ke hilir sungai sambil bertanya kepada setiap ikan yang ditemuinya, “Hai tahukah kamu dimana tempat air berada? Aku telah mendengar percakapan manusia bahwa tanpa air kehidupan akan mati.”

Ternyata semua ikan yang telah ditanya tidak mengetahui dimana air itu, si ikan kecil itu semakin kebingungan, lalu ia berenang menuju mata air untuk bertemu dengan ikan sepuh yang sudah berpengalaman, kepada ikan sepuh itu ikan kecil ini menanyakan hal yang sama, “Dimakah air?”

Ikan sepuh itu menjawab dengan bijak, “Tak usah gelisah anakku, air itu telah mengelilingimu, sehingga kamu bahkan tidak menyadari kehadirannya. Memang benar, tanpa air kita semua akan mati.”

Apa arti cerita tersebut bagi kita. Manusia kadang-kadang mengalami situasi yang sama seperti ikan kecil, mencari kesana kemari tentang kehidupan dan kebahagiaan, padahal ia sedang menjalaninya, bahkan kebahagiaan sedang melingkupinya sampai-sampai ia sendiri tidak menyadarinya.

Tuhan Yesus Memberkati....

Sabtu, 10 Mei 2014

Harga sebuah Keajaiban

Sally baru berumur 8 tahun ketika secara tak sengaja, dia mendengar orang tuanya saling berbicara mengenai adik lelakinya, Georgi yang menderita sakit parah.

Hanya operasi yang sangat mahal yang bisa menyelamatkan hidupnya, tapi mereka tak punya biaya.

Sally mendengar ayahnya berkata : “Hanya KEAJAIBAN yang bisa menyelamatkannya”.

Lalu Sally membuka celengannya, dikeluarkannya semua isi celengan itu ke lantai dan kemudian menghitungnya.

Dengan membawa uang, Sally menyelinap keluar dan pergi ke apotik.
“Apa yang kau perlukan?” tanya apoteker.
“Saya mau menolong adikku, dia sakit dan saya mau membeli keajaiban” jawab Sally
“Apa?!" Sang apoteker sedikit bingung.
“Ayahku mengatakan hanya keajaiban yang bisa menyelamatkan jiwanya. Jadi berapa harganya ?”
“Kami tidak menjual keajaiban, adik kecil” jawab apoteker.
“Tapi saya punya uang. Katakan saja berapa harga keajaiban ?”

Seorang pria berpakaian rapi yang yang mendengar percakapan Sally dan apoteker mendekat dan bertanya :
“Keajaiban jenis apa yang dibutuhkan adikmu ?”
“Saya tak tahu” jawab Sally. Air mata mulai menetes di pipinya.
“Saya hanya tahu dia sakit parah dan ayah mengatakan bahwa ia perlu dioperasi"
Orang tuaku tak mampu membayarnya, tapi saya punya uang ini”
“Berapa uang yang kamu punya?” tanya pria itu lagi.
“Satu dollar, sebelas sen” jawab Sally dengan yakin.
“Kebetulan sekali”, kata pria itu sambil tersenyum, “Satu dollar dan sebelas sen, harga yang tepat untuk membeli keajaiban, yang dapat menolong adikmu!”

Orang itu mengambil uang Sally, kemudian memegang tangan Sally:
“Bawa saya kepada adikmu, saya mau bertemu dengannya dan orang tuamu”

Pria itu adalah Dr. Carlton Armstrong, seorang ahli bedah terkenal. Operasi dilakukan tanpa biaya dan tak butuh waktu yang lama Georgi kembali ke rumah dalam keadaan sehat.
Orang tuanya sangat bahagia.
Sally tersenyum...
Dia tahu pasti berapa harga keajaiban tersebut, Satu dollar dan sebelas sen! ditambah dengan keyakinan.
When u think that there's no miracle, you're wrong !
Keep your Faith and Keep praying!

Aku Menangis Untuk Adikku 6 Kali

Aku dilahirkan di sebuah dusun pegunungan yang sangat terpencil. Hari demihari, orang tuaku membajak tanah kering kuning, dan punggung merekamenghadap ke langit.Aku mempunyai seorang adik, tiga tahun lebih muda dariku.

Suatu ketika, untuk membeli sebuah sapu tangan yang mana semua gadis disekelilingku kelihatannya membawanya, Aku mencuri lima puluh sen dari laciayahku. Ayah segera menyadarinya. Beliau membuat adikku dan aku berlutut didepan tembok, dengan sebuah tongkat bambu di tangannya.:
"Siapa yang mencuri uang itu?" Beliau bertanya.
Aku terpaku, terlalu takut untuk berbicara. Ayah tidak mendengar siapa pun mengaku, jadi Beliau mengatakan :
"Baiklah, kalau begitu, kalian berdua layak dipukul!".
Dia mengangkat tongkat bambu itu tingi-tinggi. Tiba-tiba, adikkumencengkeram tangannya dan berkata :
"Ayah, aku yang melakukannya! ".
Tongkat panjang itu menghantam punggung adikku bertubi-tubi. Ayah begitumarahnya sehingga ia terus menerus mencambukinya sampai Beliau kehabisannafas. Sesudahnya, Beliau duduk di atas ranjang batu bata kami danmemarahi,:
"Kamu sudah belajar mencuri dari rumah sekarang, hal memalukan apa lagi yangakan kamu lakukan di masa mendatang? ... Kamu layak dipukul sampai mati!Kamu pencuri tidak tahu malu!".

Malam itu, ibu dan aku memeluk adikku dalam pelukan kami. Tubuhnya penuhdengan luka, tetapi ia tidak menitikkan air mata setetes pun. Di pertengahanmalam itu, saya tiba-tiba mulai menangis meraung-raung. Adikku menutupmulutku dengan tangan kecilnya dan berkata :
"Kak, jangan menangis lagi sekarang. Semuanya sudah terjadi."
Aku masih selalu membenci diriku karena tidak memiliki cukup keberania nuntuk maju mengaku. Bertahun-tahun telah lewat, tapi insiden tersebut masihkelihatan seperti baru kemarin. Aku tidak pernah akan lupa tampang adikkuketika ia melindungiku. Waktu itu, adikku berusia 8 tahun. Aku berusia 11.Ketika adikku berada pada tahun terakhirnya di SMP, ia lulus untuk masuk keSMA di pusat kabupaten. Pada saat yang sama, saya diterima untuk masuk kesebuah universitas propinsi. Malam itu, ayah berjongkok di halaman,menghisap rokok tembakaunya, bungkus demi bungkus. Saya mendengarnyamemberengut :"Kedua anak kita memberikan hasil yang begitu baik...hasil yang begitu baik..."
Ibu mengusap air matanya yang mengalir dan menghela nafas. Sambil berkata :
"Apa gunanya? Bagaimana mungkin kita bisa membiayai keduanya sekaligus?".
Saat itu juga, adikku berjalan keluar ke hadapan ayah dan berkata :
"Ayah, saya tidak mau melanjutkan sekolah lagi, telah cukup membaca banyakbuku."
Ayah mengayunkan tangannya dan memukul adikku pada wajahnya sambil berkata :
"Mengapa kau mempunyai jiwa yang begitu keparat lemahnya?. Bahkan jikaberarti saya mesti mengemis di jalanan saya akan menyekolahkan kamu berdua sampai selesai!".

Dan begitu kemudian ia mengetuk setiap rumah di dusun itu untuk meminjam uang. Aku menjulurkan tanganku selembut yang aku bisa ke muka adikku yangmembengkak, dan berkata :
"Seorang anak laki-laki harus meneruskan sekolahnya; kalau tidak ia tidak akan pernah meninggalkan jurang kemiskinan ini.".
Aku, sebaliknya, telah memutuskan untuk tidak lagi meneruskan ke universitas. Siapa sangka keesokan harinya, sebelum subuh datang, adikkumeninggalkan rumah dengan beberapa helai pakaian lusuh dan sedikit kacang yang sudah mengering. Dia menyelinap ke samping ranjangku dan meninggalkan secarik kertas di atas bantalku:
"Kak, masuk ke universitas tidaklah mudah. Saya akan pergi mencari kerja dan mengirimu uang.".

Aku memegang kertas tersebut di atas tempat tidurku, dan menangis dengan airmata bercucuran sampai suaraku hilang. Tahun itu, adikku berusia 17 tahun.Aku 20. Dengan uang yang ayahku pinjam dari seluruh dusun, dan uang yangadikku hasilkan dari mengangkut semen pada punggungnya di lokasi konstruksi,aku akhirnya sampai ke tahun ketiga (di universitas) . Suatu hari, akusedang belajar di kamarku, ketika teman sekamarku masuk dan memberitahukan :
" Ada seorang penduduk dusun menunggumu di luar sana !".
Mengapa ada seorang penduduk dusun mencariku? Aku berjalan keluar, danmelihat adikku dari jauh, seluruh badannya kotor tertutup debu semen danpasir. Aku menanyakannya, :
"Mengapa kamu tidak bilang pada teman sekamarku kamu adalah adikku?"
Dia menjawab, tersenyum, "Lihat bagaimana penampilanku. Apa yang akan merekapikir jika mereka tahu saya adalah adikmu? Apa mereka tidak akanmenertawakanmu? "
Aku merasa terenyuh, dan air mata memenuhi mataku. Aku menyapu debu-debudari adikku semuanya, dan tersekat-sekat dalam kata-kataku :
"Aku tidak perduli omongan siapa pun! Kamu adalah adikku apa pun juga! Kamuadalah adikku bagaimana pun penampilanmu. ..".
Dari sakunya, ia mengeluarkan sebuah jepit rambut berbentuk kupu-kupu. Iamemakaikannya kepadaku, dan terus menjelaskan :
"Saya melihat semua gadis kota memakainya. Jadi saya pikir kamu juga harusmemiliki satu."
Aku tidak dapat menahan diri lebih lama lagi. Aku menarik adikku ke dalampelukanku dan menangis dan menangis. Tahun itu, ia berusia 20. Aku 23.

Kali pertama aku membawa pacarku ke rumah, kaca jendela yang pecah telahdiganti, dan kelihatan bersih di mana-mana. Setelah pacarku pulang, akumenari seperti gadis kecil di depan ibuku. "Bu, ibu tidak perlu menghabiskanbegitu banyak waktu untuk membersihkan rumah kita!" Tetapi katanya, sambiltersenyum :
"Itu adalah adikmu yang pulang awal untuk membersihkan rumah ini. Tidakkahkamu melihat luka pada tangannya? Ia terluka ketika memasang kaca jendelabaru itu..".

Aku masuk ke dalam ruangan kecil adikku. Melihat mukanya yang kurus, seratus jarum terasa menusukku. Aku mengoleskan sedikit saleb pada lukanya danmebalut lukanya.aku bertanya :
"Apakah itu sakit?".
"Tidak, tidak sakit. Kamu tahu, ketika saya bekerja di lokasi konstruksi,batu-batu berjatuhan pada kakiku setiap waktu. Bahkan itu tidakmenghentikanku bekerja dan..." Ditengah kalimat itu ia berhenti.
Aku membalikkan tubuhku memunggunginya, dan air mata mengalir deras turun kewajahku. Tahun itu, adikku 23. Aku berusia 26.

Ketika aku menikah, aku tinggal di kota . Banyak kali suamiku dan akumengundang orang tuaku untuk datang dan tinggal bersama kami, tetapi merekatidak pernah mau. Mereka mengatakan, sekali meninggalkan dusun, mereka tidakakan tahu harus mengerjakan apa. Adikku tidak setuju juga, mengatakan :
"Kak, jagalah mertuamu aja. Saya akan menjaga ibu dan ayah di sini."

Suamiku menjadi direktur pabrik miliknya. Kami menginginkan adikku mendapatkan pekerjaan sebagai manajer pada departemen pemeliharaan. Tetapi adikku menolak tawaran tersebut. Ia bersikeras memulai bekerja sebagai pekerja reparasi.

Suatu hari, adikku diatas sebuah tangga untuk memperbaiki sebuah kabel,ketika ia mendapat sengatan listrik, dan masuk rumah sakit. Suamiku dan akupergi menjenguknya. Melihat gips putih pada kakinya, saya menggerutu :
"Mengapa kamu menolak menjadi manajer? Manajer tidak akan pernah harusmelakukan sesuatu yang berbahaya seperti ini. Lihat kamu sekarang, luka yang begitu serius. Mengapa kamu tidak mau mendengar kami sebelumnya?"

Dengan tampang yang serius pada wajahnya, ia membela keputusannya. :
"Pikirkan kakak ipar...ia baru saja jadi direktur, dan saya hampir tidak berpendidikan. Jika saya menjadi manajer seperti itu, berita seperti apayang akan dikirimkan?"

Mata suamiku dipenuhi air mata, dan kemudian keluar kata-kataku yang sepatah-sepatah:
"Tapi kamu kurang pendidikan juga karena aku!"
"Mengapa membicarakan masa lalu?" Adikku menggenggam tanganku. Tahun itu,ia berusia 26 dan aku 29.

Adikku kemudian berusia 30 ketika ia menikahi seorang gadis petani daridusun itu. Dalam acara pernikahannya, pembawa acara perayaan itu bertanyakepadanya :
"Siapa yang paling kamu hormati dan kasihi?".
Tanpa bahkan berpikir ia menjawab :
"Kakakku."
Ia melanjutkan dengan menceritakan kembali sebuah kisah yang bahkan tidakdapat kuingat :
"Ketika saya pergi sekolah SD, ia berada pada dusun yang berbeda. Setiaphari kakakku dan saya berjalan selama dua jam untuk pergi ke sekolah danpulang ke rumah. Suatu hari, Saya kehilangan satu dari sarung tanganku.Kakakku memberikan satu dari kepunyaannya. Ia hanya memakai satu saja danberjalan sejauh itu.

Ketika kami tiba di rumah, tangannya begitu gemetarankarena cuaca yang begitu dingin sampai ia tidak dapat memegang sumpitnya.Sejak hari itu, saya bersumpah, selama saya masih hidup, saya akan menjagakakakku dan baik kepadanya."

Tepuk tangan membanjiri ruangan itu. Semua tamu memalingkan perhatiannyakepadaku.
Kata-kata begitu susah kuucapkan keluar bibirku akhirnya keluar juga :
"Dalam hidupku, orang yang paling aku berterima kasih adalah adikku."

Dan dalam kesempatan yang paling berbahagia ini, di depan kerumunan perayaanini, air mata bercucuran turun dari wajahku seperti sungai

Flosofi Hedgehog (bertahan untuk hidup)

Hari itu, adalah musim salju yang paling ekstrim di Kanada. Banyak binatang yang mati akibat rasa dingin yang teramat sangat.

Di suatu daerah, tinggal sekelompok Hedgehog (sejenis landak). Mereka memutuskan untuk tinggal secara berkelompok di dalam sebuah gua, agar tetap hangat. Mereka mendekatkan diri satu sama lain. Namun ketika mulai berdekatan, duri-duri mereka melukai teman-teman terdekat mereka.

Setelah beberapa saat, mereka pun memutuskan untuk menjaga jarak satu sama lainnya. Akibatnya, mereka mulai merasakan dingin yang membeku, dan akhirnya terancam mati. Jadi mereka harus memutuskan: menerima duri-duri temannya, atau mati!

Secara bijaksana, mereka memutuskan untuk kembali bersatu. Mereka pun belajar untuk hidup dengan luka-luka kecil akibat jarak yang sangat dekat dengan sahabat-sahabatnya supaya dapat merasakan kehangatan. Cara inilah yang membuat mereka akhirnya selamat dan bisa bertahan hidup.

Pesan cerita ini:
Hubungan yang terbaik dalam hidup ini bukanlah hubungan yang membawa orang-orang yang sempurna dalam kelompok. Tetapi ketika semua individu belajar hidup dengan ketidaksempurnaan orang lain, serta mampu “mengapresiasi” semua kehangatan yang diberikan oleh teman-temannya.

Hal inilah yang membuat hidup kita menjadi lebih “hidup” (bermakna) & “mampu bertahan” dalam situasi atau lingkungan yang ekstrim sekalipun

Keluhan Anak Pada Ayahnya


Di suatu sore, seorang anak datang kepada ayahnya yg sedang baca koran… “Oh Ayah, ayah” kata sang anak…

“Ada apa?” tanya sang ayah…..
“aku capek, sangat capek … aku capek karena aku belajar mati matian untuk mendapat nilai bagus sedang temanku bisa dapat nilai bagus dengan menyontek…aku mau menyontek saja! aku capek. sangat capek…

aku capek karena aku harus terus membantu ibu membersihkan rumah, sedang temanku punya pembantu, aku ingin kita punya pembantu saja! … aku capel, sangat capek …

aku cape karena aku harus menabung, sedang temanku bisa terus jajan tanpa harus menabung…aku ingin jajan terus! …

aku capek, sangat capek karena aku harus menjaga lisanku untuk tidak menyakiti, sedang temanku enak saja berbicara sampai aku sakit hati…

aku capek, sangat capek karena aku harus menjaga sikapku untuk menghormati teman teman ku, sedang teman temanku seenaknya saja bersikap kepada ku…

aku capek ayah, aku capek menahan diri…aku ingin seperti mereka…mereka terlihat senang, aku ingin bersikap seperti mereka ayah ! ..” sang anak mulai menangis…

Kemudian sang ayah hanya tersenyum dan mengelus kepala anaknya sambil berkata ” anakku ayo ikut ayah, ayah akan menunjukkan sesuatu kepadamu”, lalu sang ayah menarik tangan sang anak kemudian mereka menyusuri sebuah jalan yang sangat jelek, banyak duri, serangga, lumpur, dan ilalang… lalu sang anak pun mulai mengeluh ” ayah mau kemana kita?? aku tidak suka jalan ini, lihat sepatuku jadi kotor, kakiku luka karena tertusuk duri. badanku dikelilingi oleh serangga, berjalanpun susah krn ada banyak ilalang… aku benci jalan ini ayah” … sang ayah hanya diam.

Sampai akhirnya mereka sampai pada sebuah telaga yang sangat indah, airnya sangat segar, ada banyak kupu kupu, bunga bunga yang cantik, dan pepohonan yang rindang…

“Wwaaaah… tempat apa ini ayah? aku suka! aku suka tempat ini!” sang ayah hanya diam dan kemudian duduk di bawah pohon yang rindang beralaskan rerumputan hijau.

“Kemarilah anakku, ayo duduk di samping ayah” ujar sang ayah, lalu sang anak pun ikut duduk di samping ayahnya.

” Anakku, tahukah kau mengapa di sini begitu sepi? padahal tempat ini begitu indah…?”
” Tidak tahu ayah, memangnya kenapa?”
” Itu karena orang orang tidak mau menyusuri jalan yang jelek tadi, padahal mereka tau ada telaga di sini, tetapi mereka tidak bisa bersabar dalam menyusuri jalan itu”

” Ooh… berarti kita orang yang sabar ya yah?"
” Nah, akhirnya kau mengerti”
” Mengerti apa? aku tidak mengerti”

” Anakku, butuh kesabaran dalam belajar, butuh kesabaran dalam bersikap baik, butuh kesabaran dalam kujujuran, butuh kesabaran dalam setiap kebaikan agar kita mendapat kemenangan, seperti jalan yang tadi… bukankah kau harus sabar saat ada duri melukai kakimu, kau harus sabar saat lumpur mengotori sepatumu, kau harus sabar melawati ilalang dan kau pun harus sabar saat dikelilingi serangga… dan akhirnya semuanya terbayar kan? ada telaga yang sangatt indah.. seandainya kau tidak sabar, apa yang kau dapat? kau tidak akan mendapat apa apa anakku, oleh karena itu bersabarlah anakku”

” Tapi ayah, tidak mudah untuk bersabar ”

” Aku tau, oleh karena itu ada ayah yang menggenggam tanganmu agar kau tetap kuat … begitu pula hidup, ada ayah dan ibu yang akan terus berada di sampingmu agar saat kau jatuh, kami bisa mengangkatmu, tapi… ingatlah anakku… ayah dan ibu tidak selamanya bisa mengangkatmu saat kau jatuh, suatu saat nanti, kau harus bisa berdiri sendiri… maka jangan pernah kau gantungkan hidupmu pada orang lain, jadilah dirimu sendiri… seorang pemuda beragama yang kuat, yang tetap tabah dan sabar maka kau akan dapati dirimu tetap berjalan menyusuri kehidupan saat yang lain memutuskan untuk berhenti dan pulang… maka kau tau akhirnya kan?”

” Ya ayah, aku tau.. aku akan dapat surga yang indah yang lebih indah dari telaga ini … sekarang aku mengerti … terima kasih ayah ,aku akan tegar saat yang lain terlempar ”

Sang ayah hanya tersenyum sambil menatap wajah anak kesayangannya.


Kamis, 10 April 2014

Arti dan makna cinta Kasih!!! (Humor Singkat)

setelah membaca buku rohani seorang anak bertanya pada bapaknya. (Terjadilah percakapan antara keduanya)
Anak : Pak cinta dan kasih ada dalam diri setiap orang percaya ya?
Bpak : Iya Dong!!!
Anak : Trus saya percaya sama Yesus, tapi saya gak merasakannya pah?
Bpak : (mulai bingung, lalu menjawab) Dia dapat dirasakan melalui hatimu. (sambil menunjuk ke dada sianak)
Anak : berarti gak terasa dong pak, bagaimana caranya manusia bisa merasakannya?
Bpak : (karena boring, dia mengalihkan pembicaraan..) ayo kita renang!!!
Anak : ahk papa, jawabannyakan belum tuntas?
bpak : nanti kamu akan mengetahuinya.

(tak lama kemudian merekapun tiba di kolam berenang, dan mereka siap-siap untuk berenang, ketika papa melihat anaknya mulai jauh, tiba tiba diapun memanggil anaknya)

Bpak : nak!!! sini dekat dengan papa...
Anak : iya pa... (Sianakpun mendekat dan berkata) Kenapa hangat di sekitar papa?
Bpak : Itulah cinta kasih tadi nak.. wujudnya tidak ada tapi hangatnya terasa. Papa baru saja pipis di dalam kolam. hangatkan nak?
Anak : (Nelan orang yg berenang disampingnya) ##=***=##

Senin, 12 Agustus 2013

BuDiMan!!!

Dalam sebuah acara ibadah ada seorang anak yang berlari setelah mendengarkan cerita Alkitab dari bapak Pendeta, dan terjadilah percakapan antara mereka:

Anak SM: Pak Pen, tadi bapak bilang Tubuhmu adalah bait suci Allahmu?
Pendeta: Benar anak yang kukasihi...
Anak SM: tapi kenapa ada banyak orang yang sering memasukkan racun kedalam tubuh mereka?
Pendeta: mereka itu adalah orang yang belum mengundang Allah dalam dirinya.
Anak SM: Berarti orang yang tidak mengasihi Tubuhnya sama dengan orang yang tidak sayang dengan Allah?
Pendeta: Benar anak yang kukasihi.

Pendetapun pergi meninggalkan anak itu.... tapi anak itu mengejarnya dan bertanya lagi mengenai ayat yang diceritaka Pendeta itu.

Anak SM: Pak Pen, kenapa tubuh bapak BuDiMan? katanya mama kalau BuDiMan gak baik untuk kesehatan?
Pendeta: Anak yang kukasihi, apa itu BuDiman?
Anak SM: Bulat Dimana-mana.
Pendeta (Sedikit jengkel karena pertanyaan anak SM ini setajam SILET) lalu pendetapun menjawab:
Pendeta: anak yang kukasihi, pendetakan selalu banyak yang dibawa kalau mau kegereja... jadi badan bapak bulat dimana-mana itu gunanya untuk LACI di dalam bait suci, Tempat Jubah, tempat Alkitab yg bahasa simalungun dan Indonesia, tempat agenda, dll.

Anak SM: Ahk bapak Spekulasi!!!!! (Sambil Berlari)

(Pendeta Menyesal karena tidak menjaga postur tubuh)

(Hanya Ilustrasi untuk menjaga kesehatan)
Tuhan Yesus Semakin Memberkati....

Rabu, 26 Juni 2013

"Polisi vs. Pengemis" (Rahasia Pengemis...)



Polisi : Pak, cape ya abis ngemis? Laper ya pak..?

Pengemis : Biasa aja tuh, hari ini saya udh makan 3x koq.

Polisi : Loh..? uangnya cuman buat makan bapak doank? Anak dan istri di rumah makan apa?

Pengemis : Kayak org susah aja..! Td pagi saya sekeluarga abis ngerayain ultah anak saya yg kelima di Mc. Donald bareng guru2 & tmn2 sekolahnya. Siang ini istri dan anak saya barusan bbm saya, mrk lg makan di Pizza HUT tau! /:)

Polisi sampai kebingungan dan berkata : Emank bapak ngemis 1 hari dapet brp..?

Pengemis : Nih ya.. Saya kasi tau..!!

Saya ngemis dari jam 07.00-17.00.

Lampu merah atau hijau waktunya 60 detik. Setiap 60 detik paling nggak saya bisa dapet 2.000./:)

1 jam = 60 kali lampu merah/
Hijau

60 x 2.000 = 120.000 /jam

1 hari saya kerja 10 jam, 1 jam buat istirahat jadi 9 jam.

9 jam x 120.000 = 1.080.000/hari.

1 bulan saya kerja 26 hari.

26 hari x 1.080.000 = 28.080.000/ bulan.

Polisi sampai kaget dan bengong mendengar cerita pengemis itu..

Pengemis berkata : Emang mas jadi Polisi, gaji per bulannya brp..? 3-|

Polisi : 3.500.000

Pengemis : Ijasah..?

Polisi: SMU/D3

Pengemis : Saya jd prihatin dech lihat penderitaan mas!!! Pasti abis banyak duit ya mas buat sekolah??? blom lg kerja kena marah ama Komandan, Kepala mas isinya pasti penuh soal kerjaan mulu. Mending mas ngemis aja. Biar kaya sperti saya. Saya ngemis udh 20 tahun, udah punya 2 mobil BMW buat saya & istri saya, kartu kredit platinum, Apartemen, rmh di kawasan elite, anak saya belajar di international school dan anak perempuan saya yg paling tua sekarang lagi liburan bareng temen2nya yg sipit2 ke singapur,, minimal setahun 1X kami keliling dunia ..:x

Rayuan Gombal !!!!


Co: nenk,sekarang kuliah ambil jurusan pha.....???
Ce: jurusan komputer.
Co: haaahhh... Sama donk,Nenk punya ke ahlian pha di bidang komputer...??
Ce: membuat program,bang...
!!!
Co: membuat program apa neng...???
Ce: membuat program masa depan bersama abang.....hihih i
Co: aahhhhh neng bisa aja, terus program'y udah selesai atau belum neng? Klo sudah,,nikah aja yuk....hehehe
Ce: walaaahhhh,,,sa ntai aja dulu bang,gak usah buru-buru kayak gitu bang,,,,,,abang sendiri punya ke ahlian apa...???
Co: abang mah cuman bisa ng-hack aja neng...!!!
Ce: waahhh,,,hebat doonk bang,nge-hack apa? Fb bukan...???
Co: bukan neng,,,
Ce: terus apa doonk...??
Co: nge-hack hati neng biar mau nikah sama abang.....heheh e
Ce: whahahaha...aba ng bisa aja,.tapi neng salut mha abang...!!!
Co: salut kenapa neng...???
Ce: abang sudah berhasil nge-hack hati neng..
Co: artinya.....??? ???
Ce: ea nenk mau nikah mha abang...
Co: beneran neng..?
Ce: iya bang...
Co: asli neng...???
Ce: asli lakh bang...
Co: serius...???
Ce: dua rius bang....
Co: ea udah,,,kalo begitu abang minta izin dulu mha istri d kampung ea neng....
Ce: .......¿? *pingsan 1 minggu*

"CINTA ITU DI IBARATKAN SEPERTI SANDAL JEPIT"

- Bentuk nya gak sama persis, namun serasi
- Saat berjalan enggak pernah kompak, tapi satu arah tujuan
- Nggak pernah menggantikan posisi masing-masing, namun saling melengkapi
- selalu sederajat, enggak ada yang lebih rendah ataupun lebih tinggi
- Bila yang satu hilang, yang satu'y lagi tak memiliki arti
Jika kamu merasa telah memiliki orang yang kamu sayang, jagalah cintanya...
Karna sama hal nya dengan sepasang sendal yang bisa putus di tengah jalan, atau hilang diambil orang lain.

Ramahnya Masyarakat Indonesia

Masyarakat Indonesia memang terkenal dgn keramahannya.
Bahkan saking ramahnya, hal2 yg udah tau jawabannya pun
masih ditanyakan.
> "Kamu nangis yah?"
- "Nangis apaan?! Sok tau deh lo, gue lagi latihan pipis lewat
mata!"

> "Kok jalan kaki?"
- "Terpaksa, mau ngesot takut
ditendang satpam!"

> "Lagi nelepon ya?"
- "Enggak, gue lagi ngorek2 telinga pake antena hape...

> "Mau tidur ya?"
- "Enggak kok, cuma mau ngebiasain memejamkan mata...

> "Kamu mimisan?"
- "Bukan woey! Gue lagi menstruasi dari hidung!"

> "Lagi mancing Ɣª ?"
- "Enggak! Lagi mandiin cacing!"

> "Nonton TV mßάЌ ?"
- "Enggak lah yau, TV tuh yg justru nonton gue!"

> "Mau kuliah neng?"
- "Enggak kok, mau ketemu satpam kampus, gantengnya ga
nahan cyin...

*di toilet*
> "TOK TOK TOK! Ada orang ga ϑî dalam?!"
- "Ga ada! Masuk aja, ini yg jawab jamban kok...

Betul gak?

Lelucon Hangat!!

Seorang nenek masuk ke lift. Dia hendak pergi ke lantai 6. Dilantai 2,masuk seorang gadis dengan aroma yg sangat harum.
Nenek :"Baunya harum banget."
Gadis:(pamer) "Merk BVLGARI,hargany
a 2 juta per botol lho!"

Di lantai 4 masuk lagi seorang gadis yg tak kalah harumnya.
NEnek : "Baunya harum juga."
Gadis : "Merk GUCCI, 3,5 juta perbotol!"

Tiba di lantai 6,si nenek keluar lift sambil kentut, membuat dua gadis hampir pingsan karena baunya yg dahsyat.
NEnek : "TERASI...60.00 0 per kilo."

Rabu, 05 Juni 2013

Iblis minta pensiun

suatu hari terjadilah percakapan antara iblis dengan Tuhan:

iblis: ya Tuhanku yg Maha Kuasa, aku mau pensiun dini..

Tuhan: kenapa kamu mau pensiun dini, padahal kamu yg minta untuk selalu menggoda manusia?

iblis: amit-amit sekarang kelakuan manusia, kaya udah melebihi iblis. hamba khawatir justru hamba yg tergoda oleh manusia.. makanya hamba minta pensiun dini aja.
  • Manusia berzinah, yg enak dia, yang disalahkan hamba :(
  • Manusia korupsi, dia yg menikmati katanya digoda hamba. :(
  • Manusia selingkuh, dia keenakan, katanya dipengaruhi hamba. :(
  • Manusia ke diskotik "AJEP-AJEP" disana, bernyanyi, senggol sana-sini, katanya disuruh hamba. :(
  • Manusia main judi, katanya disuruh hamba, padahal main judipun hamba tidak tahu. :(
  • Manusia bohong dia bilang karena pengaruh hamba, padahal untung ruginya tidak ada bagi hamba. :(
"Pokoknya hamba ingin pensiun aja!!!"
manusia kebangetan deh pokoknya.. huaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa (iblis menuturkannya dengan tangisan)


Misteri Penjual Buku Horor

Ruben sedang menempuh perjalanan dari Surabaya ke Jakarta dengan menggunakan bis malam. Di tengah perjalanan, saat bis tersebut berhenti di sebuah terminal, seorang kakek tua naik dan menawarkan buku-buku bacaan pada semua penumpang. Sesampainya di kursi Ruben: “Bukunya nak? Ada macam-macam nih. Buku silat, cinta-cintaan, agama, dan lain-lain”, ujar sang kakek.
Ruben yang kebetulan sedang tidak bisa tidur pun tertarik. “Ada buku misteri atau horor gak kek?”--- “Oh suka cerita horor yah?”, jawab si kakek. “Kebetulan sisa satu. Pas lagi ceritanya. Tentang bis yang ditinggali banyak arwah penasaran. Judulnya ‘Bis Malam Penasaran’. Serem banget pokoknya.”
“Boleh juga tuh. Berapa harganya?”
“Seratus lima puluh ribu, nak”
“Walah, mahal bener harganya, kek”.
“Ya namanya juga buku bagus. Bestseller. Semua yang baca buku ini kabarnya sampe syok loh waktu baca endingnya”, si kakek berpromosi ala sales panci.
Ruben pun akhirnya mengalah. Uang seratus lima puluh ribu berpindah tangan. Entah kenapa, tepat pada saat ia menyerahkan uang tersebut ke kakek tua, tiba-tiba terdengar suara petir menggelegar. Angin pun terasa mulai bertiup kencang. Si kakek buru-buru melangkah turun ke bis, namun tiba-tiba berhenti dan menolehkan wajahnya pelan-pelan ke arah Ruben. “Nak”, ujarnya lirih, “apa pun yang terjadi, harap jangan buka halaman terakhir ya. Ingat, apapun yang terjadi. Kalau tidak nanti kamu akan menyesal
dan saya tidak mau bertanggung jawab.”
Jantung Ruben berdegup kencang. Saking takutnya, ia sampai tidak mampu menganggukkan kepala hingga akhirnya si kakek turun dari bis dan menghilang ditelan kegelapan.
Singkat cerita, dua jam kemudian, sekitar pukul satu malam, Ruben selesai membaca seluruh buku tersebut. Kecuali halaman terakhir tentunya. Dan memang benar seperti yang dikatakan si kakek penjual, buku itu benar-benar menegangkan dan menyeramkan. Di luar bis yang melaju kencang, hujan turun dengan derasnya. Kilat menyambar bergantian dan terkadang terdengar suara guruh yang menggelegar.
Sejenak Ruben melihat berkeliling dan ternyata semua penumpang sudah terlelap. Bulu kuduknya terasa merinding.
“Baca halaman terakhirnya gak yah?”, pikir Ruben bimbang. Antara penasaran dengan rasa takut berbaur menjadi satu. Di luar jendela malam tampak makin gelap. “Ah sudahlah, sekalian aja. Nanggung!”
Dengan tangan gemetar ia pun membuka halaman terakhir dari buku tersebut secara perlahan… Dan akhirnya tampak sebuah lembaran kosong dengan sepotong label di bagian pojok kanan atas. Sambil menelan ludah, Ruben membaca huruf demi huruf yang tercantum dengan coretan bolpoin:
 
Bis Malam Penasaran
Terbitan CV. Buku Horror Garing
Harga Pas: Rp 15.000,-

Tiga Anak dan Tiga Burung



Suatu hari ada tiga anak yang sedang bermain burung yang baru dibelinya. Mereka mengikatkan tali ke kaki burung tersebut dan ketika burung itu terbang mereka menarik tali tersebut, sehingga burung tersebut tidak dapat terbang dengan bebas. Mereka sangat senang sekali bermain burung tersebut, karena mereka bisa menerbangkan kemudian menarik kembali burung tersebut, sehingga burung tersebut tidak terlepas dari mereka.
Akhirnya burung pertama menjadi lemas karena terus ditarik oleh anak tersebut. Burung tersebut kelelahan dan tidak bisa terbang lagi. Anak tersebut menjadi kesal kemudian dia mengangkat tali yang terikat di burung tersebut kemudian menendang burung tersebut berulang-ulang. Akhirnya burung tersebut menjadi semakin lemas.
Burung kedua yang dipegang oleh anak yang lain berhasil melepaskan diri kemudian terbang ke pohon. Hal itu disebabkan anak tersebut tidak terlalu erat memegang talinya. Burung tersebut terbang ke pohon, tetapi tidak bisa terbang lagi karena tali yang terikat di kaki burung tersebut tersangkut di pohon tersebut. Anak tersebut menjadi kecewa sehingga dia berusaha menangkap burung tersebut lagi, tetapi tidak bisa karena anak tersebut tidak bisa memanjat pohon tersebut. Kedua anak lain berusaha membantu temannya, tetapi tidak bisa juga.
Karena terlalu fokus kepada burung temannya yang terbang ke pohon, anak yang ketiga tidak menyadari ada seekor kucing yang sedang mengintai burung kepunyaanya, ketika anak itu lalai, kucing tersebut menerkam burung tersebut. Anak tersebut tersadar sehingga dia mencoba menarik burung tersebut, akibatnya terjadi saling tarik sehingga kaki burung tersebut terputus, dan kucing tersebut membawa kabur burung tersebut.
Apa yang dapat kita pelajari dari kejadian tersebut? Begitu juga dengan hidup kita jika kita masih terikat dengan dosa, kita akan seperti ketiga burung tersebut. Pertama, hidup kita menjadi penuh dengan kelelahan, kesesakan, down, dan tidak berpengharapan. Kedua, hidup kita tidak akan terbebas, karena kemana pun kita mencoba untuk pergi, hidup kita tidak akan merasa kebebasan, karena masih ada dosa yang mengikat kita. Dan yang ketiga, jika kita masih terikat dengan dosa, kita akan mati binasa dengan dosa tersebut.
Segeralah lepaskan diri kita dari keterikatan akan dosa dengan cara datang kepada Yesus, karena hanya Dia yang sanggung melepaskan kita dari dosa.

Apa itu kebahagiaan?

Bagi orang miskin, uang itulah kebahagiaan. Bagi orang sakit, kesehatan itulah kebahagiaan Bagi pemuda lajang, pasangan hidup itulah keb...